Translate

Minggu, 09 Maret 2014

Firasat

Kini terungkap sudah semuanya.. mungkin benar adanya, bahwa kau tak tulus mencintaiku, kau tak sepenuhnya mencintai dan menyayangiku, dengan segala sikap yang kau tunjukan padaku akhir2 ini, itu menandakan , memang ada yang lain di hatimu, dan itu bukan aku.. aku tak bisa berbuat apapun saat ini, aku hanya berdoa agar kelak kau menyadari tentang sikap perilaku dan pikiranmu tentang aku, kelak aku akan jadi orang yang lebih berguna tanpa kau sadari itu, tanpa kau ketahui itu, semua sudah cukup bagiq. katamu hanya manis di bibir saja. dan mungkin kelak kau akan mengulangi kesalahan itu lagi . yang mungkin itu kau sengaja untuk menyingkirkan aku, Ya ALLAH jangan Engkau biarkan aku menderita sakit lagi karena dia. Aku yakin aku sanggup tanpa dia, aku bisa bahagia walau tanpa dia, ampuni aku ya ALLAH ,, aku tak bermaksud untuk berburuk sangka. tapi bukakanlah pintu hidayah baginya, kuatkan aku, sabarkan aku, semoga aku bisa hadapi semua ini aamiin :(

أمين 


Rabu, 12 Februari 2014

Hidup Ini Penuh dengan tanya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi  pada kita hari ini, esok, atau lusa. kehidupan yang penuh coba dan rintangan ini membuat kita tahu, akan pahit manisnya hidup. hidup itu tak selalu senang dan bahagia, karena hidup itu penuh warna. saat datang ujian datang bertubi2 pada kita, tak berarti Tuhan tak sayang pada kita. Karena terkadang apa yang terjadi saat ini pada kita adalah sebab akibat apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Mungkin ini teguran, mungkin ini ujian. Berdoalah agar kuat menghadapinya sehingga kita terampuni dosanya. aamiin..

Senin, 20 Januari 2014

continued

Seiring berjalannya waktu. Hari semakin membaik bagiku. Keluargaku tak akan mungkin membiarkan aku menjadi orang asing bagi mereka. Meski terkadang mereka mengungkit kesalahanku. aku hanya diam. karena aku tahu, aku memang salah.
Sekitar 7 bulan berlalu aku senang dengan pekerjaanku, bermain dengan anak-anak yang membantu melupakanku dari kepedihan, Canda tawa dari sosok yang polos tak berdosa seakan tiada beban dalam dirinya. begitulah anak-anak.
Tiba-tiba saja saudaraku menghubungi orang tuaku. Dan menanyakan tentang diriku. Sedang aku tak tahu tentang mereka. Sering kali saudaraku itu menelpon ibuku. Lantas Aku pun sedikit curiga mendengar perkataan salah seorang sepupuku yang mengatakan " mba, tau gag maksud dari bapak ku nanya tentang mba?"tulis rani dalam pesan singkatnya.  " maksud? maksud apa ran? aku gag tau maksud kamu?" balas aku lewat sms.
 " o.. jadi mba gag tau yang sebenarnya ya? gpp kok mba, suatu saat mba akan tau dari maksud semua ini kok. aku ga berani ngatain ama mba , biar mba tau sendiri nanti :) " 

aku jadi semakin bingung ada apa sebenarnya yang terjadi?
aku pun menceritakan hal itu pada ibuku
"bu, emangnya Paman Fandi punya anak Laki-laki?" tanyaku pada ibu. " Emang kenapa? kok nanya gitu. kayaknya sih punya tapi dia masih sekolah." jawab ibuku
" tapi kok aneh ya bu, rani kok ngomong katanya ada maksud dari semua ini. jangan-jangan aku mau dijodohin lagi ama anaknya paman itu?" sambil mengernyitkan dahiku.." hahahaa kata siapa kamu, masak sih gitu? ga lah. wes biarin aja. ntar juga tau sendiri" ledek ibuku.
Masih dalam kebingunganku selalu ku berpikir, ada apa sebenarnya. Tapi masa bodoh ah. gag penting inih. Mendingan aku tidur aja. 
                                                 - - -
Pagi-pagi sekali aku sudah siap-siap untuk bekerja.Ibuku selalu menyiapkan sarapanku dan bekal untuk makan siangku. Karena teman-temanku pun selalu senang kalau mencicipi masakan ibuku. Kata mereka masakannya enak. Emang iyaa. hehehe...Sekitar pukul 16.43 aku sampai dirumah. sebenarnya aku pulang dari kantor pukul 16.00, berhubung aku naik Bus  atau angkot yang penumpangnya terbilang gag sedikit, jadi sampek sore. Maklum aku gag bisa naik sepeda motor. Meski latihan itupun masih takut. Karena aku takut. Takut Nabrak. wkwkwkwk.
Tiba-tiba saja aku diceritakan ibuku tentang pamanku yang habis telepon lagi. " Nas. Bener katamu kemarin. ternyata Paman Fandi itu ingin menjodohkan kamu, tapi bukan dengan anaknya. Tapi Anak saudaranya."
Glekkk.. Ampun daahhh Kenapa yah jaman sekarang masih identik dengan perjodohan. " ya kan bu, bener kataku. Hadeh terus ibu bilang apa?" " ya ibu bilang aja apa yang udah terjadi. Takutnya disana kecewa juga, Kalau kamu gag mau lagi, sekarang Bapak sama ibu udah pasrah gag mau nyuruh kamu lagi, bapak dan ibu takut salah dan malu lagi" jawab ibuku
Jreeennngg,, perasaan bersalahpun muncul dalam hatiku lagi, sambil berbisik dalam hati " maafkan aku bu"
Pantas saja kakanya rani. Fina telepon aku tempo hari , menanyakan nama akun FBku. ternyata ini rupanya. Entahlah apa yang harus aku perbuat.Biarkan seperti air mengalir. 
                                               - - -


Senin, 30 Desember 2013

SUARA HATI

Ku bisikan pada rembulan
Tentang isyarat hati yang mendalam
Begitu luka yang ku pendam
Pada jiwa yang 
terlupakan

Aku disini selalu mengharap bulan
Agar bisa ku dekap kehangatannya
Agar bisa kucurahkan semua
Tentang hati yang hancur begitu dalam

Bagai menunggu malam
yang tak kunjung datang
Tampakan sinarnya
Di gelap Malam

Kasih..
Aku, Selalu ingin Kau dekap aku saat aku ringkih
Rindu belaianmu yang penuh kasih
Meski hati ini kau buat perih
Tapi Cintaku padamu tak pernah tersisih

Kasih,
Aku ingin engkau selalu ada untuku
Mengusap Air mataku
Saat aku terjatuh
Dan merasa dunia terasa jauh dariku...


 

Jumat, 27 Desember 2013

SAAT NASI SUDAH MENJADI BUBUR
  " maaf mas,, aku gag bisa melanjutkan ini,," ucapku dalam isak tangis malam itu. Terpaksa aku mengatakan hal itu padanya.
"Lalu bagaimana dek, mas dah sayang ma adek,mas dah nerima apa adanya adek,apa sebaiknya kita percepat saja pernikahan kita?" kata mas Andi.
"maaf mas, aku merasa kalau tetap melanjutkan hubungan ini,ini menyakitkanku,dan aku akan merasa berdosa padamu,karena berbohong atas perasaan ini". 
Mas Andi hanya mendengar apa kataku, karena dia adalah sosok seorang yang pendiam.
Namaku Anas Fitriani. Aku anak ke 4 dari 5 Bersaudara.Aku terbilang anak palin manja diantara saudaraku yang lainnya.
Mas Andi adalah seseorang yang telah menjatuhkan lamaran pada orang tuaku sebulan lalu.meski awalnya aku telah mengatakan tidak pada orang tuaku, tapi apa boleh buat,orang tuaku sudah menerima lamaran itu tanpa sepengetahuanku.akhirnya aku meng-iya-kan apa kata orang tuaku karena aku pikir ini adalah bukti kebaktianku pada orang tua. sebulan berlalu selama bulan puasa lamran itu berjalan. Tetapi ,entah setan darimana yang merasuki pikiranku. Tiba-tiba saja aku merasa sakit atas perjodohan itu.
Lalu aku Ungkapkan hal yang sebenarnya dalam hatiku yang ingin membatalkan lamaran itu.
" bu, maaf, bagaimana kalau aku membatalkan lamaran itu bu?" kataku pada ibuku yang sedang membuat kue lebaran untuk esok.
" kalau itu mau,mu .. ya sudah katakan saja sendiri pada keluarga Andi. ibu gag Ingin malu!" jawab ibuku dengan nada kesal.
Aku hanya menangis mendengar jawaban itu, ibuku seolah murka dan tak lagi peduli padaku. .
kumandang takbir bergema di seluruh jagad raya, umat muslim berbahagia atas kemenangan mereka telah lulus berpuasa selama sebulan ramadhan.
Aku merasa sangat nelangsa, yang seharusnya aku berbahagia menyambut idul fitri, ternyata aku menangis atas perasaanku yang ku tahan selama sebulan ini. "maafkan Anakmu,Mak" batinku. malam semakin larut, fajar semakin terlihat menampakan tubuhnya. Aku terbangun saat subuh kembali datang, aku bersiap mandi dan sholat subuh. Dan segera bersiap untuk sholat Id.
Dua hari pasca lebaran, dan suasana pun masih terasa lebaran saat itu.
ayah dan ibuku marah saat mengetahui aku telah mengatakan pada Mas Andi tentang pembatalan lamaran itu. 
Tak pernah aku pikirkan, orang tua yang selama ini aku sayangi menjadi sangat marah karena sikapku.Maafkan aku ibu, aku tau aku salah. tapi aku tak bisa memaksakan perasaan ini. 
dengan perasaan sangat sedih dan menangis karena melukai banyak orang. hubungan keluargaku dengan keluarga mas andi tak lagi membaik seperti dulu. Tetangga yang bagaikan saudara sendiri sekarang tak lagi sesering dulu saling tegur sapa, Itu semua karena ulahku.

hari semakin hari ku lalui hidupku seperti biasanya. Memang tak lagi seperti dulu. Aku bagai bukan seorang anak lagi di rumahku sendiri, sejak itu aku mulai menyibukan diriku dengan pekerjaanku sebagai salah seorang guru PAUD di sekolah swasta. dengan berniat melupakan masalah yang ada, melupakan semua keegoisan,kesalahanku dan semua dosaku. Aku yakin, lambat laun orang tuaku akan menerima aku lagi dengan penuh kasih sayang mereka.




____________________Bersambung_________________

Senin, 25 November 2013

 Yuukk di pilih2 produknya,, dijamin gag nyesel deh,, banyak pilihannya,, chek it out.. :)

Oriflame Cosmetics
    Oriflame Cosmetics