Translate

Senin, 20 Januari 2014

continued

Seiring berjalannya waktu. Hari semakin membaik bagiku. Keluargaku tak akan mungkin membiarkan aku menjadi orang asing bagi mereka. Meski terkadang mereka mengungkit kesalahanku. aku hanya diam. karena aku tahu, aku memang salah.
Sekitar 7 bulan berlalu aku senang dengan pekerjaanku, bermain dengan anak-anak yang membantu melupakanku dari kepedihan, Canda tawa dari sosok yang polos tak berdosa seakan tiada beban dalam dirinya. begitulah anak-anak.
Tiba-tiba saja saudaraku menghubungi orang tuaku. Dan menanyakan tentang diriku. Sedang aku tak tahu tentang mereka. Sering kali saudaraku itu menelpon ibuku. Lantas Aku pun sedikit curiga mendengar perkataan salah seorang sepupuku yang mengatakan " mba, tau gag maksud dari bapak ku nanya tentang mba?"tulis rani dalam pesan singkatnya.  " maksud? maksud apa ran? aku gag tau maksud kamu?" balas aku lewat sms.
 " o.. jadi mba gag tau yang sebenarnya ya? gpp kok mba, suatu saat mba akan tau dari maksud semua ini kok. aku ga berani ngatain ama mba , biar mba tau sendiri nanti :) " 

aku jadi semakin bingung ada apa sebenarnya yang terjadi?
aku pun menceritakan hal itu pada ibuku
"bu, emangnya Paman Fandi punya anak Laki-laki?" tanyaku pada ibu. " Emang kenapa? kok nanya gitu. kayaknya sih punya tapi dia masih sekolah." jawab ibuku
" tapi kok aneh ya bu, rani kok ngomong katanya ada maksud dari semua ini. jangan-jangan aku mau dijodohin lagi ama anaknya paman itu?" sambil mengernyitkan dahiku.." hahahaa kata siapa kamu, masak sih gitu? ga lah. wes biarin aja. ntar juga tau sendiri" ledek ibuku.
Masih dalam kebingunganku selalu ku berpikir, ada apa sebenarnya. Tapi masa bodoh ah. gag penting inih. Mendingan aku tidur aja. 
                                                 - - -
Pagi-pagi sekali aku sudah siap-siap untuk bekerja.Ibuku selalu menyiapkan sarapanku dan bekal untuk makan siangku. Karena teman-temanku pun selalu senang kalau mencicipi masakan ibuku. Kata mereka masakannya enak. Emang iyaa. hehehe...Sekitar pukul 16.43 aku sampai dirumah. sebenarnya aku pulang dari kantor pukul 16.00, berhubung aku naik Bus  atau angkot yang penumpangnya terbilang gag sedikit, jadi sampek sore. Maklum aku gag bisa naik sepeda motor. Meski latihan itupun masih takut. Karena aku takut. Takut Nabrak. wkwkwkwk.
Tiba-tiba saja aku diceritakan ibuku tentang pamanku yang habis telepon lagi. " Nas. Bener katamu kemarin. ternyata Paman Fandi itu ingin menjodohkan kamu, tapi bukan dengan anaknya. Tapi Anak saudaranya."
Glekkk.. Ampun daahhh Kenapa yah jaman sekarang masih identik dengan perjodohan. " ya kan bu, bener kataku. Hadeh terus ibu bilang apa?" " ya ibu bilang aja apa yang udah terjadi. Takutnya disana kecewa juga, Kalau kamu gag mau lagi, sekarang Bapak sama ibu udah pasrah gag mau nyuruh kamu lagi, bapak dan ibu takut salah dan malu lagi" jawab ibuku
Jreeennngg,, perasaan bersalahpun muncul dalam hatiku lagi, sambil berbisik dalam hati " maafkan aku bu"
Pantas saja kakanya rani. Fina telepon aku tempo hari , menanyakan nama akun FBku. ternyata ini rupanya. Entahlah apa yang harus aku perbuat.Biarkan seperti air mengalir. 
                                               - - -